video klip mesum

June 9th, 2008 by ruth-ivana

Pernah liat atau dengar penyanyi bernama Aura Kasih? Judul lagunya kalo gak salah „Mari Bercinta“ Dari judul lagunya, lirik lagunya, ditambah lagi dengan gerakan-gerakannya yang ada di video klip, jelaslah arti dan tujuannya. Manusia setengah malaikat pun akan mengerti maksud lagu ini (jadi tidak akan ada tuduhan bahwa hanya orang yang berpikiran negatif yang mengartikannya mesum, red) Tapi, kok belum denger protes apa-apa yah?

Mana nih abang-abang, bapak-bapak, mas-mas, om-om atau kelompok-kelompok yang biasanya protes?

Peraturan untuk Dilanggar

April 14th, 2008 by ruth-ivana

Kemaren gak sengaja nonton acara Snap Shoot di tipi. Acara yang menunjukkan cacat mental yang dimiliki kebanyakan orang. aking banyaknya, sampai dianggap wajar. Sedih-sedih lucu.

Suatu kali, bahasannya adalah orang-orang yang lebih memilih mengorbankan badan dan nyawa dengan meloncat pagar berkawat untuk menyebrang jalan, ketimbang sedikit mengeluarkan tenaga berjalan ke arah jembatan penyebarangan.  Lucu, dan geli dan juga cukup menghibur melihat orang-orang yang ‘disergap’ lalu diwawancara. Rata-rata kabur atau menutupi wajah (tentunya! bila masih adamalu)

Episode kemaren, gak ada lucunya, banyak jengkelnya! yah klopun bikin tersenyum , cuma senyuman sinis.
Di episode ini tampil sekian banyak orang berseragam kebangsaan alias PNS-PNS dari berbagai departemen yang ada di Jakarta.
Angka jam menunjukk jam 10 - 11. Dan, mereka masih berkeliaran. Ada  yang makan mie ayam, belanja buah, nonkrong-nongkrong di tempat makan, dll.

Mungkin sedemikian bebasnya mereka, hingga salah satu orang yg ‘ketangkep’ lalu diwawancara menjawab "Jam istirahat? jam berapa yah?" ketika ditanya jam berapa sebenarnya waktu istirahat mereka. dia tidak tahu kapan persisnya jam istirahat. (Bisa jadi karena sepanjang hari adalah istirahat hehehe..)

Anehnya, ketika menteri terkait ditanya, beliau malah menyebut-nyebut masalah gaji PNS yang kecil. Seolah-olah, mereka kan dibayar kecil, masa harus dituntut macam-macam? (walah..walah pak!!!!! Survey donk! mungkin gaji PNS terdengar kecil (tapi itu kan yang tersengar aja bukan?)

Yah sudahlah….sebagai warga negara yang tak banyak tahu, lebih baik tak ambil pusing. Tapi kalo ga salah, anggran rutin negara untuk alokasi ‘kesejahteraan’ mereka-mereka meningkat bukan tahun ini? naik 20% bukan? Masa iya, masih banyak yg cuma tidur-tiduran di kantor? makan2 mie ayam, baca-baca koran? rumpi-rumpi ria?

Maap-maap utk para PNS or yang merupakan bagian dari PNS, entah sanak, sodara atau siapa saja….Tidak semua demikian, pastinya masih ada orang-orang yang punya nurani di kantor-kantor yang ‘dipertontonkan’ kemaren.

Go Snap Shoot! tunjukkan pada dunia, betapa mudahya peraturan dilanggar di republik tercinta ini.

Pertama dalam Hidup

December 28th, 2007 by ruth-ivana

Banyak sekali orang jahat di dunia, itu aku sudah tahu sejak dulu. Apalagi dari tayangan televisi.

Dijahatin orang? yah….pernahlah….!!! Tapi, saat merasa sedih atau sakit hati dengan perbuatan seseorang, terkadang aku masih bisa berpikir positif, mungkin saja orang tersebut tidak bermaksud melukai, atau paling tidak masih bisa melihat hal tersebut  adalah suatu proses untuk menjadi manusia yang lebih ‘manusia’. Bagian dari sekolah kesabaran yang tiada habisnya.

Diancam akan dijahatin lalu benar-benar dijahatin? Hari ini baru merasakannya. YAh, sesuatu yang hampir tidak aku percaya. Hanya karena masalah kecil, masalah salah ujar yang sudah diselesaikan dengan kata maaf. Sayangnya tidak semua orang berjiwa besar untuk memberikan maaf. Sedihnya, ternyata dia terlalu kerdil untuk punya maaf, terlalu kerdil untuk bersikap dewasa untuk mengerti masalah kecil dan masalah besar, masalah pribadi dan masalah profesional. Sedihnya lagi, orang yang dia pakai sebagai sarana meluncurkan aksinya bukanlah orang bijaksana apalagi orang yang diandalkan untuk menggunakan hati. DIa, tanpa ba-bi-bu malah ikut-ikutan tanpa sedikitpun mencerna apa yang sebenarnya terjadi.

Hingga ada titik yang membuatku benar-benar merasa, mungkin inilah saatnya mataku bisa terbuka bahwa hati merpati dan mental rajawali adalah hal yang harus kumiliki dalam pertarungan hidup.
Pandangan buruk yang dimiliki orang lain tak perlu diambil hati. Seperlunya kita bisa mencoba berusaha untuk menunjukkan bahwa apa yang dia rasakan itu salah, tapi bila reaksi yang kita dapatkan tidak sebaik yang kita harapkan, tidak perlu merasa down. Bukankah perbuatan baik kita dinilai dan dilihat banyak orang, bukan hanya dia dan dia? Terlebih lagi, segala yang kita lakukan, kita lakukan untuk Tuhan bukan?

Thanks God, detik ini aku masih bisa berpikir jernih bahwa apa yang kualami saat ini adalah bekal untuk melangkah di masa yang akan datang. Mungkin masih banyak jenis ‘evil’ lain di luar sana (walaupun aku sangat berharap jangan ada lagi yang seperti ini apalagi melebihi ini).

Mungkin, orang yang berniat ‘menjahati’ aku sesuai dengan ancamannya sedang sumringah karena dia berhasil dengan rencananya, tapi aku yakin dan percaya, di balik semua ini,  ada hal besar yang bisa aku jadikan pelajaran yang harganya pun, jauh lebih  besar.

Sebesar apapun badai yang datang, badai itu pasti berlalu kan?

"jadi, …Bangunlah hai jiwaku…!"

Aku dan Tissue

December 11th, 2007 by ruth-ivana

Adalah sebuha benda yang sangat aku butuhkan, di hampir setiap aktivitas. Kalo keabisan, suka bingung sendiri. Harganya tak mahal, bahkan, benda ini adalah salah satu benda yang bisa kugunakan tanpa mempertimbangkan harga.

Kugunakan sesukaku, kalo abis masih ada stok, atau yah belilah…Janganka di supermarket, di warung pun ada, di jalanan pun ada!

sampai satu kali, seseorang bertanya padaku "tahukah kamu berapa banyak pohon yang sudah ditebang untuk men-suplai kebutuhan tissue kamu selama ini"

DEG! bener juga, aku selalu kampanye tak resmi soal sampah, lingkungan dan bla…bla..Tanpa menyadari bahwa tindakan ‘boros tissue’ yang kuanggap hal kecil ternyata juga berperan dalam keruskan lingkungan.

Yuk, kita jaga bumi ini besama-sama! gunakan tissue seperlunya ya :-)

Tong Kosong Nyaring Bunyinya

October 30th, 2007 by ruth-ivana

"Gw dulu juga pernah…"

"Gw bisa…kebetulah pernah belajar juga, bla..bla…"

"oh iyah, gw tau..tau banget malah…"

"Iya…iya..bener, eh bukan…bukan…bukan"

"bokap gw juga pernah beli tuh…"

"Temen gw ada yang jago…"

"Oh artis, ini temen gw…"

"Program ini, gw bisa…lo bikin aja gini…gitu…gini…gitu"

OMDON! omong doang, saking banyaknya ngomong, kamu bahkan lupa kalo kamu pernah mengutarakan hal-hal yang kontradiksi sebelumnya?

Benar kata pepatah, tong kosong nyaring bunyinya. HAnya dengan beberapa bulan aku bisa tahu kalo lebih dari 50% omongamu adalah bohong.

Pahit yang tak selalu buruk

October 22nd, 2007 by ruth-ivana

‘destiny’ bulanan begitu gw kadang dengan iseng menyebutnya. Rasanya sakit luar biasa, sakitnya pun tak hanya di perut namuh hampir di seluruh bagian tubuh. Tapi yang paling parah adalah di bagian kepala dan perut, ARgghhh…..!!!!! sakit sekali.

Kadang suka ‘ngiri’ sama wanita yang tidak merasakan apa-apa saat siklus bulanannya. Cuma, dari pengalaman dan kenyataan yang ada, orang yang merasakan sakit yang sama memiliki rasa toleransi dan empati yang sangat baik ketika melihat orang lain sedang merasakan hal yang sama. Empati dan toleransi yang tentunya bagiku sendiri, bisa mengurangi rasa sakit hingga 50%, fantastis bukan! yah wajar yah, mungkin karena orang tersebut tau gimana rasa sakitnya, jadinya dia bisa ngebayangin dan tau perlaukan seperti apa yang bisa membantu orang yang sedang merasakan kesakitan yang sama. Pernah juga sih menemukan orang yang ‘tak merasa sakit’ namun punya empati, cuma…tidak banyak. Kusimpulkan bahwa rasa sakit inipun bisa menjadikan perasaanku ‘lebih lembut’. Tak selamanya pahit :-) ada sisi baiknya.

Hari ini, pertama kali aku membaca email yang ditujukan untukku, tapi kok nilai rasanya sangat tidak manusiawi. And thanks God, dengan tulus meskipun dengan perjuangan kukatakan "terima kasih" kepada sang pengirim.

Jauh di lubuk hatiku, aku bertanya, apakah dia mengerti akan kata-kata yang dia tulis atau memang tidak mengerti? atau dia memag mengerti, tapi begitulah adanya dia? atau dia mengerti tapi tidak mau tahu? KASAR dan pemilihan katanya, LUAR BIASA! ibara pedang samurai, mungkin yang bisa menggambarkan ketajamannya adalah pedang paling tajam. Sedikit tak mengerti, namun aku mencoba menerima bahwa ini dunia profesional yang mengerti atau tidak harus coba ku ‘handle’ dengan diplomatis.

Well….setidaknya pahit yang kurasakan hari ini, mudah-mudahan bisa membentukku menjadi orang yang berhati-hati memilih kata-kata, sekalipun kata-kata itu dijukan kepada orang yang salah, kepada IBLIS sekalipun!  apalagi kepada orang yang kita tidak tahu apakah orang tersebut bersalah atau tidak, terlebih lagi kepada orang yang tidak bersalah.

"Pilihlah kata-kata yang meskipun maknanya tegas, jangan sampai melukai. kalau kamu merasa tak tersakiti dengan kata yang kamu pilih, mungkin orang lain terluka. Nilai rasa tidak sama, lagipula, apakah dengan menyakiti hati orang lain hatimu puas? Karenanya, berbicaralah seperti orang terpelajar, yang punya hati, ga cuma punya kemauan, semau-mau gue dan sesuka-suka gw. Lihat dia, dan rasakan betapa tidak menyenangkan harus berhubungan dengan orang sekasar dia" - kataku pada diriku

Pahit yang mendewasakan :-)

kau yang tak akan kembali

October 18th, 2007 by ruth-ivana

Mendengar lagu-lagu kesayanganmu, membawaku kembali pada kenangan di saat aku dan kau, ‘merasa’ dicinta dan mencinta. Entah itu hanya sekedar ilusi, entah itu sekedar pelarian, rasanya hanya satu: INDAH

Semakin aku berlari mengejarmu, kau terasa semakin jauh. Lenyap di antara gemuruh hati yang tak dapat kuredam.

Kenyataan yang tidak bisa kita pungkiri bahwa aku adalah manusia biasa, seperti halnya kau pun adalah manusia biasa, membawa kita pada kondisi ini.

Seperti halnya, satu kejadian yang dulu, ketika aku dan kau merasa bahwa kondisi ’memaksa’ KITA untuk tidak saling mengerti, saat ini kurasakan bahwa kondisi juga ’mengajakku’ untuk ”merindukanmu’

Kau memang tak akan pernah kembali, tak mungkin kembali seperti dulu. Waktupun tak akan mampu aku putar, namun lembaran baru akan terus ada bukan?

MUNAFIK itu MUNTAH

September 12th, 2007 by ruth-ivana

Gak habis pikir dengan tingkah-tingkah anak jaman sekarang (serasa dah tua hehehe….)

Di kos, ada beberapa orang baru. Anak-anak kuliah dengan gaya-gaya yang masih bau-bau ABG. Yah, memang usia mereka memang masih waktunya begitu. Yang bikin males adalah tingkah laku ’sok gede’ dan  melanggar peraturan.

Di kos jelas-jelas ada tertulis "cowok dilarang masuk". Setelah ditegor, dia jadi sembunyi-sembunyi. HALAH! bikin gw makin mual aja. pengen marah tapi dipikir-pikir kalo marah, jadinya gw kayak ABG juga.

Seperti kata seorang teman, "yah itu urusan dialah. Mau dia hamil, hamil sendiri, hidup masing-masing urus masing-masing."

Menurut gw? YUP! itu 100 persen betul! tapi buat gw, itu mengganggu sekali, gak nyaman aja ada cowok-cowok yg kita ga kenal saat kita berpakaian terbuka, seksi atau bangun tidur atau apalah…namanya juga di rumah. Pengennya BEBAS. Dan yang terpenting lagi, gw memilih tempat itu karena peraturannya. Dengan kata lain, kalo si anak ingusan itu memang pengen ‘maen kucing-kucingan’ harusnya dia pilih tempat laen donk yang nyata-nyata melegalkan cowok masuk kamar.

Seperti biasa, ada oborolan makan siang setiap harinya. Dan, kemaren secara tidak sengaja membahas hal yang berkaitan. Karena memang tema ini lagi ‘hot’ aku bercerita ke teman-teman. Yang kita garis bawahi saat itu adalah, si anak ingusan ini kalo di luar terlihat sopan. Berpakaian aja ujung rambut sampe ujung kaki ketutup.

Ada pertanyaan dari teman "mengapa ya kalau di negara kita hal kecil aja dijadikan bahan omongan dan dianggap besar, seperti masalah hamil di luar nikah, seks sebelum menikah dll?"

SECARA, kita di INDONESIA gitu loh! yah, memang kontrol sosial dan budaya kita memang masih sangat ketat, cuma sanyangnya terlalu banyak kontrol sampe orang-orang pun banyak yang ‘memoles diri’ atau memaksa diri terlihat baik. Misalnya : ibu-ibu lagi ngerumpiin anak tetangga yang hamil di luar nikah. Sontak semua ibu-ibu mencibir. Padahal, mungkin ada di antara mereka yang anaknya pun melakukan hal yang sama, cuma tidak apes! bisa jadi mereka tahu atau mungkin tidak tahu tapi yang terpenting adalah TERLIHAT BAIK>

Cara pikir kita memang masih jauh di belakang, ditambah lagi hobi turut campur urusan orang lain yang rasanya sudah mendarah daging. Bila saja, setiap orang hidup dengan filosofi Atur Diri Masing-masing, dan gak mengusik orang lain, tentunya dunia akan damai dan tenteram. Kalo ga suka ada cowok masuk ke kos, pilih tempat kos ga memperbolehkan cowok masuk. Kalo emang suka yang bebas, yah pilih yang bebas. Asalkan, jangan berniat main kucing-kucingan hingga orang lain terusik.

Above all, lebih baik hidup apa adanya bukan? gak perlu menutupi kelakuan dengan cara berpakaian. Gak perlu ngatain orang lain seakan-akan kita benar padahal belum tentu begitu, atau misalnya pun begitu tapi belum tentu untuk selamanya.

Formula ini berlaku bagi setiap orang!

merokok VS narkoba

August 13th, 2007 by ruth-ivana

Pernahkah terbayangkan atau bahkan hanya terlintas di kepala, besar mana, bahaya yang ditimbulkan ”pengobat” atau ”perokok”, samakah? Menurut gw, seorang yang kecanduan pada narkoba akan menghauncurkan dirinya sendiri, ga cuma tubuh tapi juga jiwa. So, korbannya adalah jiwa dan raga orang tersebut. Imbas berikutnya adalah pada keluarga terdekatnya. Berikutnya lagi adalah teman dan kerabat (tapi mungkin kecil yah, ga selalu dan tidak untuk semua kasus).

Merokok? Imbasnya pada setiap orang di sekitar (itu pasti). Pada seluruh dunia (secara tidak langsung), polusi dari setiap batang rokok di dunia, besar atau kecil memberikan pengaruh pada global warming juga bukan? PARAHNYA lagi, lebih 60% kasus kanker paru-paru yang mematikan terjadi pada perokok pasif. Kebayang juga gak, saat kita berada di suatu tempat, tak jauh dari tempat itu, seseorang mengepulkan asap, tanpa perasaan apa-apa sama seperti kepalanya yang juga tak bisa berpikir apa-apa.
Orang itu tidak kita kenal, namun dia telah ’menyumbangkan racun pada kita. Bagaimana bila kejadian yang sama terjadi setiap hari, sekali sehari misalnya. Bahkan mungkin 2xsehari atau ….3xsehari, atau bahkan lebih?

Setiap orang berhak untuk memilih untuk merokok atau tidak, tapi setiap orang juga berhak agara udara yg mereka hirup tidak diracuni. 

sama buruknya, sama jeleknya, sama rusaknya, tapi yang dianggap paling biasa itu, merugikan lebih banyak orang.

Dia yang Kembali

July 26th, 2007 by ruth-ivana

Lama sudah tak mengecap rasa ini. 1001 warna di hati yang sering menghambat pikiranku untuk berkarya, kaki untuk melangkah, tangan untuk bekera. Sebaliknya, diapun sering memberiku energi luar biasa, melebihi suplemen apapun. Energi itu membuatku bisa terjaga sepanjang malam. Di sisinya, memandangi tidurnya, menikmati mimpinya walau aku tak ikut di dalamnya. Aku tidak tahu apa nama rasa itu. Yang pasti dia sangat istimewa. Ya, rasa itu istimewa, tapi tak melebihi keistimewaanmu.